WEBINAR ONLINE · HANYA 2 SESI · 19.00 WIB

Anda punya usaha yang jalan tiap hari. Atau punya properti yang diam saja. Kenapa dua-duanya tidak pernah ketemu?

Kalau bulan depan Anda berhenti mengurus semuanya selama 30 hari, berapa yang tetap masuk ke rekening Anda? Saya Pipo Hargiyanto — masuk properti sejak 2008 tanpa modal, hari ini pegang lebih dari 50 aset. Yang mau saya ceritakan bukan jumlah asetnya, tapi apa yang jalan di atasnya.

  • Hitungan sewa versus angsuran, apa adanya
  • Cara memasang usaha di aset sendiri
  • Yang bikin tetap jalan waktu ekonomi turun
50+ aset properti33 disewa minimarket18 tahun berjalan
Ambil kursi sesi 15 SeptemberKuota Zoom tiap sesi terbatas · link dikirim ke WhatsApp
Punya bisnis versus punya properti — dua-duanya buntu
Rp 100.000
dari Rp 250.000
Lewat krisis 2008Lewat pandemi 2020Lewat pelemahan daya beli 2024–2026

DUA JALAN YANG SAMA CAPEKNYA

Selama 18 tahun saya ketemu dua jenis orang. Dua-duanya mentok.

01

Punya bisnis — uangnya jalan, asetnya tidak

Yang terjadi sekarang

Omzet masuk tiap hari, dari luar kelihatan sehat. Tapi uangnya muter terus di stok, gaji, dan sewa tempat. Sepuluh tahun jalan, aset atas nama sendiri masih nol. Begitu dia berhenti, semuanya ikut berhenti.

Yang sebenarnya kurang

Dia sudah punya bagian yang paling susah dicari orang properti: usaha yang terbukti jalan. Yang kurang cuma tempatnya jadi milik sendiri, supaya sewa yang selama ini dibayar berubah jadi angsuran aset.

02

Punya properti — asetnya ada, uangnya tidak

Yang terjadi sekarang

Sertifikat ada, di atas kertas nilainya naik tiap tahun. Tapi tiap bulan justru nombok angsuran dari kantong sendiri, sambil menunggu harga naik entah sampai kapan.

Yang sebenarnya kurang

Asetnya tidak salah. Yang kurang: cuma dipasang satu lapis. Begitu ada usaha yang jalan di atasnya, selisih angsuran itu tertutup dan sisanya masuk kantong.

Pipo Hargiyanto

Pipo Hargiyanto

Property Investment Expert

SIAPA YANG BICARA

Aset pertama saya tahun 2008 hampir bikin saya berhenti

Waktu itu ekonomi dunia sedang berantakan. Saya datangi bank, saya ajukan kredit — ditolak. Saya datangi bank lain, ditolak lagi. Akhirnya satu unit jalan juga, dan saya senang bukan main sampai bulan pertama angsuran keluar dan saya lihat angkanya di kertas: uang sewa yang masuk tidak menutup angsuran yang keluar.

Bukan karena saya salah beli, bukan karena lokasinya jelek. Memang begitu hitungannya, dan sampai hari ini pun masih begitu. Butuh tujuh tahun sampai saya sadar pertanyaan saya yang salah.

2008
mulai tanpa modal
50+
aset properti
33
disewa minimarket
18 th
melewati 3 krisis

MODEL YANG SAYA PAKAI SEJAK 2015

Satu aset, dua lapis penghasilan

Lapis 1 — Sewa

Bagian paling strategis dikunci kontrak korporat jangka panjang dan dibayar di muka. Lapis ini bukan untuk bikin Anda kaya — gunanya cuma dua.

Asetnya dicicilkan penyewa

Bukan Anda yang melunasi, tapi kontraknya.

Uang di muka untuk aset berikutnya

Sewa 3 tahun dibayar di depan jadi DP unit selanjutnya.

Diagram satu aset dengan dua lapis penghasilan

Lapis 2 — Laba usaha

Sisa ruangnya tidak disewakan murah ke orang lain. Diisi sendiri dengan usaha kebutuhan harian yang dijalankan tim, bukan oleh Anda.

Tidak ada biaya sewa tempat

Biaya terbesar usaha kecil hilang, karena tempatnya milik sendiri.

Menutup selisih angsuran

Setelah tertutup, sisanya baru masuk kantong.

Dijalankan sistem, bukan Anda

Empat syarat autopilot dibahas di bawah.

TIGA STUDI KASUS, PAKAI ANGKA

Aset yang sama. Angsuran yang sama. Hasil yang jauh berbeda.

Hitungan aset yang hanya disewakan
01

01 · Aset yang cuma disewakan

Sebelum

Nilai aset Rp 900 juta. Sewa tenant Rp 70 juta setahun, angsuran Rp 81 juta setahun. Selisihnya minus Rp 11 juta — dan ini normal, bukan kesalahan.

Sesudah

Yang menyelamatkan: sewanya dibayar 3 tahun di muka. Rp 210 juta masuk di depan, dan uang itu yang jadi DP aset berikutnya. Tapi kalau berhenti di sini, Anda cuma punya banyak properti dan tetap tidak punya uang. Saya berhenti di sini selama tujuh tahun.

Hitungan aset dengan dua lapis penghasilan
02

02 · Aset yang sama, dipasangi usaha

Sebelum

Ruko yang sama persis, lokasi sama, angsuran sama Rp 81 juta setahun. Kalau cuma disewakan, hasilnya tetap minus Rp 11 juta.

Sesudah

Lapis 1 sewa Rp 70 juta ditambah lapis 2 laba usaha Rp 96 juta, total masuk Rp 166 juta. Dikurangi angsuran, sisa bersih plus Rp 85 juta setahun — dan asetnya tetap dicicilkan penyewa sampai lunas.

Perbandingan sebelum dan sesudah aset dihidupkan
03

03 · Aset mati yang dihidupkan

Sebelum

Ruko kosong 14 bulan. Sewa masuk nol, angsuran Rp 81 juta setahun tetap keluar dari kantong sendiri. Rugi Rp 95 juta. Pemiliknya sudah mau jual rugi.

Sesudah

Dipasangi tenant kebutuhan harian kontrak 5 tahun (Rp 66 juta) plus unit usaha di sisa ruang (Rp 42 juta). Jadi plus Rp 27 juta setahun. Yang diganti bukan propertinya, tapi isinya.

Empat syarat sebuah usaha boleh disebut autopilot

Produknya kebutuhan harian — beras, galon, pulsa, kopi, laundry. Permintaannya tidak menunggu ekonomi membaik dulu.
Sistemnya tertulis — cara kerjanya ada di kertas, bukan di kepala orang. Karyawan boleh berganti, usahanya tetap jalan.
Uang masuk sebelum barang keluar — kasnya tidak pernah ditalangi pemilik.
Menempel di aset milik sendiri — tidak ada risiko sewa tempat naik atau kontrak tidak diperpanjang.

Kalau ada satu saja yang tidak terpenuhi, saya tidak jalan. Saya pernah salah: memasang usaha yang ramai tapi harus ditunggui tiap hari. Hasilnya bukan passive income — cuma pindah pekerjaan, dari kantor ke ruko sendiri.

BEGITU POLANYA KETEMU, TINGGAL DIULANG

Tidak ada yang istimewa dari aset ke-2 sampai ke-50

Semuanya pakai urutan yang sama persis: cari penyewa dulu, hitung di kertas, rancang permodalannya, kunci kontraknya, baru pasang lapis keduanya. Tidak satu pun ditunggui tiap hari.

Isi portofolio: 33 disewa minimarket, 20+ aset sewa lainPerjalanan 2008 sampai 2026Arus kas melewati tiga krisis
MATERI SESI WEBINAR

Yang saya bongkar, pakai angka di kertas

Hitungan sewa versus angsuran apa adanya — kenapa lapis pertama saja hampir tidak pernah cukup, dan apa gunanya
Cara membaca sebuah ruang — menilai satu lokasi bisa menghasilkan berapa lapis, dalam hitungan menit
Cara memilih usaha yang boleh ditempel ke aset Anda, dan yang sebaiknya jangan
Teknik dan sumber permodalan untuk dua-duanya — asetnya sekaligus modal usahanya
Cara mengunci penyewa korporat supaya dia yang mencicilkan aset Anda
Menurunkan angsuran dan risiko tanpa harus menambah uang muka
Sudah punya properti yang sekarang nombok? Bawa angkanya, bisa langsung dibedah di sesi tanya jawab
PEMBICARA TUNGGAL

Malam itu saya bawakan sendiri

Tidak ada pembicara tamu dan tidak ada sesi jualan di tengah jalan. Dari cara menghitung di atas kertas sampai eksekusinya di lapangan.

  • Pipo Hargiyanto — Property Investment Expert. Membangun lebih dari 50 aset properti sejak 2008, 33 di antaranya disewa minimarket. Teknis lapangannya: cari, hitung, modali, kunci penyewa, pasang usahanya.
Pipo Hargiyanto

JADWAL

Sesi terdekat

03Hari
19Jam
15Menit
00Detik

15 September

Selasa · 19.00 WIB

PIPO Masterclass — Passive Income Autopilot Tanpa Modal

SESI TERDEKAT

22 September

Selasa · 19.00 WIB

PIPO Masterclass — Passive Income Autopilot Tanpa Modal

Jadwal berikutnya
REGISTRASI

Satu malam, dua jam, hanya dua sesi

Promo pendaftar hari ini

Webinar Properti yang Dipasangi Bisnis

Rp 100.000

Harga normal Rp 250.000. Selasa, 15 & 22 September 2026, 19.00 WIB, online via Zoom.

  • Akses penuh sesi ± 2 jam bersama Pipo Hargiyanto
  • Sesi tanya jawab terbuka — boleh bawa kasus properti Anda sendiri
  • Link Zoom dikirim ke WhatsApp Anda setelah pembayaran
  • Garansi uang kembali 100% bila materinya tidak berguna bagi Anda
Daftar sekarang

Webinar ini hanya dua sesi: Selasa, 15 dan 22 September 2026, pukul 19.00 WIB. Kuota Zoom tiap sesi terbatas. Kalau tanggal 15 berhalangan, daftar saja dulu — tim kami memindahkan Anda ke sesi 22 September.

PERTANYAAN YANG SERING MASUK

Sebelum Anda mendaftar

01.Saya punya usaha, tapi belum punya properti sama sekali.

Justru Anda yang paling diuntungkan. Anda sudah punya bagian yang paling susah dicari orang properti: usaha yang jalan. Yang dibahas adalah cara memakai usaha itu untuk mendapatkan asetnya — bukan sebaliknya.

02.Saya punya properti yang sekarang malah nombok tiap bulan.

Itu persis studi kasus ketiga di halaman ini. Bawa angkanya ke sesi webinar: harga, sisa angsuran, luas, dan lokasinya. Sesi tanya jawab kami pakai untuk membedah kasus peserta yang masuk duluan.

03.Saya belum punya modal. Masih relevan?

Dari situ saya mulai tahun 2008. Yang dibahas adalah cara menyusun struktur permodalan dan mencari aset yang dicicilkan penyewanya — bukan cara menghabiskan tabungan Anda.

04.Sesi 15 dan 22 September materinya sama?

Kerangkanya sama, karena memang itu sistemnya. Yang berbeda adalah kasus peserta yang dibedah di sesi tanya jawab. Pilih satu tanggal yang paling cocok untuk Anda — tidak perlu ikut dua-duanya.

05.Ini jualan unit properti atau jualan franchise?

Bukan dua-duanya. Tidak ada unit dan tidak ada paket usaha yang ditawarkan. Yang dibagikan adalah cara kerjanya, supaya Anda bisa menilai sendiri peluang apa pun yang Anda temui nanti.

06.Angka-angka di halaman ini asli?

Angka di tiga studi kasus itu dibulatkan supaya polanya gampang diikuti — pola perbandingannya yang penting, bukan angka persisnya. Versi lengkapnya, dengan hitungan yang tidak dibulatkan, dibuka di sesi webinar.

07.Kenapa bayar? Kenapa tidak digratiskan saja?

Karena yang gratis biasanya cuma didaftar, tidak ditonton. Angka Rp 100.000 ini bukan soal untung, tapi supaya yang hadir benar-benar yang serius.

08.Setelah webinar, ada kelas lanjutan yang dijual?

Saya jawab jujur: ada. Ada workshop 2 hari, The Auto-Pilot Property, untuk yang mau dibimbing sampai eksekusi. Tapi materi webinar ini utuh dan bisa langsung dipakai tanpa harus ikut workshop.

09.Bagaimana cara mendapat link Zoom-nya?

Setelah pembayaran, tim kami mengirimkan link ke nomor WhatsApp yang Anda isi di form pendaftaran. Pastikan nomornya benar dan aktif.

Saya butuh tujuh tahun cuma untuk sadar bahwa satu aset bisa punya dua lapis

Anda tidak perlu selama itu — cukup dua jam untuk tahu polanya, lalu tinggal Anda putuskan sendiri mau dipakai atau tidak. Sampai ketemu Selasa malam. — Pipo Hargiyanto

Disclaimer: Investasi properti dan usaha mengandung risiko. Angka pada studi kasus di halaman ini adalah ilustrasi yang dibulatkan dari pengalaman pribadi pembicara, dan tidak menjadi jaminan hasil yang sama bagi setiap peserta. Segala keputusan investasi ada pada masing-masing peserta. Halaman ini tidak berafiliasi dengan Meta Platforms, Inc. Bantuan pendaftaran: WhatsApp +62 812 9555 7577.

© 2026 PIPOpreneur

Rp 250.000 → Rp 100.000 · Selasa 15 & 22 Sept, 19.00 WIBDaftar